Di belakang foto viral seorang biksu membantu seorang Seorang Pria Berwudu

Legenda gambar Foto seorang biksu yang membantu seorang pria dengan wudhu telah menyebar di media sosial.
Foto seorang bhikkhu yang membantu seorang pria melakukan berwudhu telah menyebar di media sosial. Saya berbicara dengan fotografer yang mengambil foto untuk mencari tahu apa yang ada di belakangnya.
Foto seorang bhikkhu yang membantu seorang pria melakukan berwudhu telah menyebar di media sosial. Dalam foto itu, seorang biarawan mengenakan jubah oranye menuangkan seember air ke seorang pria yang memakai topi dan sarung tangan untuk mencuci muka dan kakinya.
“Saya mengambil gambar untuk menunjukkan toleransi dan menyingkirkan kata ‘tidak toleran’ di Indonesia,” kata Ivan ketika dihubungi oleh BBC News Indonesia melalui telepon.
Itu adalah bulan Ramadhan, beberapa waktu setelah beberapa bom meledak di Surabaya, menewaskan 28 orang.
“Saat itu media sudah berhenti dengan berita tentang bom Surabaya, jadi saya memiliki izin dengan penerbit untuk mengambil gambar toleransi di desa Bentek, Lombok Utara,” katanya.
Menurut Ivan, desa Bentek sudah dikenal sebagai desa dengan tiga agama yang hidup berdampingan secara harmonis. Muslim, Hindu, dan Budha hidup bersama di sebuah desa yang juga berisi kuil besar.
Itu hari Jumat. Azan sudah berkumandang ketika Ivan melihat seorang pria melakukan wudhu dengan bantuan seorang biarawan. “Itu adalah momen yang sangat cepat. Saya dengan cepat mengambil foto sampai saya memiliki pengaturan kamera, jadi cahaya sedikit padam,” kata Ivan
Air mancur tempat lelaki melakukan wudhu ada di belakang kuil. Pria itu buru-buru melaksanakan wudhu, karena lokasi masjid masih cukup jauh, dan panggilan untuk sholat sudah berdering.
Meskipun ia tidak puas dengan kualitas teknis fotografinya, Ivan terus menerbitkan foto itu karena ia percaya bahwa fotografi dapat menggambarkan toleransi di Indonesia.
“Digunakan untuk politik”
Ketika dia menyadari bahwa fotografinya telah menjadi populer dalam beberapa hari terakhir, Ivan merasa bahagia, tetapi juga kecewa.
“Banyak orang mengerti arti toleransi, untuk itu saya bersyukur,” katanya.
berita viral terupdate mengaku kecewa ketika melihat foto itu digunakan untuk tujuan politik. “Saya agak kecewa terlalu sering melihat foto yang digunakan untuk politik, saya tidak setuju bahwa foto itu digunakan untuk politik, terutama untuk menyerang kandidat lain,” kata Ivan.
Pengawasan foto di berbagai posting media sosial juga membuatnya sedih karena banyak komentar “jahat”. Misalnya, ada komentar yang mengatakan bahwa “Umat Buddha ketika mereka berada di Myanmar membunuh Muslim.”
“Dengan foto ini, saya ingin mengklarifikasi nama kedua agama ini. Islam dan Budha. Jangan menghakimi orang lain atas kejahatan yang dilakukan oleh orang lain hanya karena mereka memiliki kepercayaan yang sama,” kata pria 28 tahun itu. Dia ingin foto-fotonya tidak ditafsirkan secara negatif, karena yang dia inginkan hanyalah menunjukkan toleransi.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*